√5+ Contoh Cerita Pendek Pengalaman Pribadi Singkat dan Mengesankan

  • Whatsapp
contoh cerita pendek pengalaman pribadi
contoh cerita pendek pengalaman pribadi

Menuliskan contoh cerita pendek pengalaman pribadi itu harusnya tetap menggunakan kaidah dan struktur yang benar, apalagi jika ingin publik.

Menceritakan pengalaman pribadi mungkin sangatlah mudah, apalagi jika pengalaman itu sangatlah seru. Tapi bagaimana dengan menuliskannya?

Bacaan Lainnya

Memang menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi seseorang untuk menuliskan sebuah cerita, apalagi berdasarkan pengalaman pribadinya.

Sebelum kita melanjutkan pembahasan ini lebih dalam, saya ingin sedikit menjelaskan dulu tentang jenis cerpen ini. Apakah sama dengan yang lain? Lalu apa yang membedakan?

Apa Itu Cerita Pendek Pengalaman Pribadi?

Pada dasarnya ini adalah cerita pendek biasa seperti halnya cerita-cerita pendek yang lain. Hanya saja kebanyakan cerita pendek itu mendasarkan ceritanya pada imajinasi.

Banyak sekali cerpen yang kita ketahui itu hanyalah sebatas fiksi, atau hanya imajinasi. Cerita tidak pernah benar-benar terjadi. Lalu apa tujuannya membuat cerita fiksi seperti itu?

Tujuannya antara lain hanyalah sebagai hiburan dan hikmah. Dengan cerita fiksi, keseruannya pun bisa kita atur sesuka hati, sehingga pembaca bisa mengambil hikmah cerita dengan bahagia.

Tapi pada cerita pendek pengalaman pribadi ini, dasar cerita diambil dari sebuah kisah nyata dan bukan imajinasi.

Benar-benar kisah yang ada pada cerita tersebut pernah terjadi pada sang penulis.

Jika sebuah tulisan itu memiliki dasar pengalaman pribadi, maka pesan yang disampaikan akan bisa jauh lebih dalam. Kurang lebih begitu penjelasan singkatnya.

Satu hal lagi, kalimat penyusun dari cerita pendek itu cenderung bebas, tidak terpaku pada tata bahasa. Bisa sedikit santai. Tidak harus menggunakan kalimat batu seperti kalimat persuasif, kalimat pasif, dan sebagainya.

Sekarang mari kita bahas tentang contoh-contohnya.

Contoh Cerita Pendek Pengalaman Pribadi

Jadi pada contoh cerita pendek pengalaman pribadi ini saya akan menyampaikan berbagai jenis kisah dengan berbagai makna juga.

Tapi ada 1 hal yang menjadi perhatian, yaitu struktur. Struktur cerita pendek yang baku memiliki banyak hal, sedangkan saya saat ini hanya akan menyampaikan cerita sederhana.

Tapi tenang saja, tetap saya akan menyampaikan 1 contoh cerita pendek pengalamanan pribadi lengkap dengan strukturnya. Berbagai cerita pendek akan saya berikan mulai dari yang singkat sampai yang mengesankan tentang pengalaman pribadi.

Cerpen 1: Sukses di Umur 20 Tahun, Apakah Mungkin?

pengalaman pribadi singkat
pengalaman pribadi singkat

Kisah ini benar-benar terjadi padaku saat aku masih muda. Saat itu aku masih miskin, belum mengerti sama sekali apa itu bisnis. Bagaimana bisa mengerti, sedang keluargaku berasal dari golongan yang tidak berada alias miskin.

Untuk makan pun kami susah, apalagi menjadi modal untuk membuka usaha sendiri, apakah mungkin?

Kekayaan adalah mustahil menurut keluargaku saat itu. Terlalu lama berada dibawah sisi kehidupan, kami pun merasa makin susah, karena kebutuhannya terus bertambah.

Di umurku yang ke 15 aku pun memutuskan untuk merantau karena memang orang tuaku belum memiliki cukup biaya untuk menyekolahkanku.

Dengan modal 50ribu, yang mana 20ribunya sudah habis untuk ongkis transportasi, aku pun sampai di sebuah kota besar. Aku sama sekali tidak tahu apa yang harus kulakukan.

Mendengar perutku yang keroncongan setengah mati, akhirnya hatiku melunak untuk membiarkan 10ribu dari uangku yang tersisa, keluar untuk sepiring makanan.

Pada suasana ramainya warung, aku mendengar sebuah pembicaraan diantara 2 orang yang sedang mencari staff. Aku pun mendengarkannya dengan seksama dan mendapatkan informasi lebih lanjut.

Ternyata mereka membutuhkan seorang penulis, dan akhirnya aku pun langsung menghabiskan sepiring penuh nasi dan menghampiri mereka. Lagian juga tidak ada ruginya, jika memang toh mereka menolak, aku tidak akan kenapa-kenapa.

Setelah tekadku berkumpul, aku menghampiri mereka dan terjadi obrolan panjang diantara kami.

Tapi 5 menit kemudian mereka sepakat untuk mencobaku bekerja, dan akhirnya memintaku datang esok hari pukul 7. Aku pun langsung mengatakan ‘SIAPPPP‘.

Syukurlah tidak perlu waktu lama untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Setelah keluar dari warung itu, aku langsung mencari sebuah tempat untuk tinggal. Ya, aku tidak memiliki uang, maka dari itu aku tidur di masjid-masjid atau rumah kosong.

Keesokan paginya aku mulai bekerja dan merasa bahagia, lalu aku mulai mencoba menulis di blog ku sendiri. Sampai akhirnya detik ini aku bisa sukses berkat tekad yang kuat dan bulat.

Cerpen 2: Trauma

cerpen singkat pengalaman pribadi
cerpen singkat pengalaman pribadi

Kami berlima memang tinggal serumah karena patungan untuk membayar kontrakan. Kami beranggapan bahwa kontrak rumah akan jauh lebih murah daripada sewa kos-kosan, ya kan?

5 orang berada di 1 rumah dalam waktu yang lama membuat kami cukup akrab antara satu dengan yang lainnya. Banyak kegiatan yang telah kami lalui bersama, termasuk olahraga.

Setiap pagi kami selalu jalan memutari perumahan untuk melemaskan kaki dan mencari udara sagar. Karena perumahan juga sepi, jalan dengan 5 orang pun tidak mengganggu transportasi yang lalu-lalang.

Tidak berapa lama, kami melewati sebuah rumah besar yang baru selesai dibangun, dan kami pun terpana melihat rumah itu. Tiba-tiba ada suara ‘GUKKK GUKK GRRR GUKK

Di saat itu juga aku langsung terjatuh pingsan.

Saat siuman, aku langsung melihat keempat temanku memandangiku. Aku yakin mereka pasti bertanya-tanya dalam benak mereka.

Sebelum mereka mulai untuk bertanya, aku menjawabnya duluan ‘aku memiliki trauma‘.

dahulu sekali saat aku masih kecil, seekor anjing pernah mengejar dan mengigitku hingga aku terguling dari sepeda‘.

Mereka akhirnya mulai memahami dan memaklumi reaksiku yang seperti ini. Benar sih jika pada akhirnya aku harus melawan rasa trauma ini, karena tidak boleh seperti ini terus.

Cerpen 3: Jangan Terlalu Cepat Menilai (Dengan Struktur)

cerpen singkat tentang pengalaman pribadi
cerpen singkat tentang pengalaman pribadi

ORIENTASI (Pembukaan)

Aku terbangun pada suatu pagi yang cukup cerah, matahari mulai menghangatkan seluruh sel darahku yang telah membeku semalaman. Semua adikku telah bangun dan mulai memasakkan makanan untuk keluarga kami.

Mungkin kalian berfikir dan bertanya ‘Hahh, adiknya yang memasak, padahal dia memiliki kakak, kenapa begitu?’

Hmm, biar kujelaskan dengan baik. Jadi aku adalah anak pertama dari 5 bersaudara, yang mana kesemuanya adalah perempuan. Mereka memang senang memasak, dan aku membiarkannya haha, ini hanyalah sebutan lain dari malasnya aku.

Setelah menyapa seluruh keluargaku yang masih sibuk dengan kegiatannya masing-masing, aku pun juga melaksanakan rutinitasku. Aku selalu bersepeda di pagi hari, selama minimal setengah jam sebelum makan.

Aku sangat senang bersepeda karena pagi hari di desaku terasa sangat menyenangkan, berisi ratusan sapaan dan senyum manis. Tapi kali ini aku ingin mencoba hal baru, apa itu?

KOMPLIKASI (Konflik)

Aku ingin mencoba untuk bersepeda lewat jalur hutan, dimana jalur itu sangat jarang dilewati oleh orang-orang. Karena memang hutan dekat desa kami sangat lebat dan belum terjamah, sehingga membuat banyak orang takut bahkan hanya untuk memandangnya.

Aku keluarkan sepedaku dari tempatnya, lalu kukayuh dengan pelan hingga aku memasuki hutan tersebut. Dari bawah pohon yang menjulang tinggi, aku memandang ke langit dan menatap keindahan yang belum pernah kualami.

Lalu tiba-tiba aku merasa oleng dan miring hingga kepalaku terbentur ke tanah, aku sama sekali tidak tahu apa yang terjadi. Lalu dengan kepala yang masih menempel di tanah, aku melihat seseorang yang ternyata telah mendorongku jatuh dari sepeda.

Sontak aku langsung berteriak ‘APA YANG KAU LAKUKAN?

KODA (Penutup)

Lalu dia mengulurkan tangannya padaku dan menunjukkan bahwa ada lubang besar yang menganga di jalurku bersepeda. Jika dia tidak mendorongku, maka mungkin aku sudah masuk kedalam lubang tersebut.

Sungguh aku telah berprasangka buruk terhadap orang yang menyelamatkanku. Salahku juga sebenarnya karena aku tidak melihat jalan yang akan aku lalui.

Cerpen 4: Memberi Hadiah itu Mudah

contoh pengalaman pribadi singkat
contoh pengalaman pribadi singkat

Aku bersama temanku sedang mengelilingi perkampungan miskin dan membagikan amplop. Temanku awalnya hanya kuajak untuk bermain dan ngobrol saja, dia kaget begitu melihat begitu banyak amplop dirumahku.

untuk apa?‘ tanya temanku.

Lalu kujawab ‘aku sedang ingin berbagi, tolong temani aku‘.

Tanpa ba bi bu, langsung saja dia mengikuti dan membantu memasukkan semua amplop itu ke mobil. Setelah itu kami langsung beranjak ke sebuah pemukiman kumuh di daerah pinggiran kota.

Terdapat banyak anak kecil yang langsung berteriak ‘kakaaaaaaaaaaaaak‘, mereka semua bersorak sorai bahagia tanpa memerhatikan linkungannya yang kumuh.

Temanku semakin heran dan bertanya-tanya apakah aku sering kesini, dan buat apa ke tempat seperti ini?

Lalu akhirnya aku turun bersama temanku, kami membagikan amplop itu kepada seluruh orang yang tinggal di tempat itu. Mereka semua mengantri dengan sabar seolah sudah biasa dengan hal seperti ini.

Temanku semakin heran, mungkin ada ribuan pertanyaan di benaknya yang menunggu untuk kujawab. Tapi aku menunggu semua pembagian selesai, baru kuceritakan semuanya.

Setelah itu semuanya selesai, hanya menyisakan beberapa belas amplop saja, dan akhirnya kuceritakan semuanya.

Jadi ini adalah tempat aku lahir‘ detik itu juga dia kaget dan mengerjapkan matanya melihat bergantian antara aku dan tempat ini.

Seolah dia tidak percaya, dia bertanya lagi benarkah seperti itu, dan tetap kujawab ‘benar‘.

Lalu dia bertanya lagi ‘lalu apa isi amplop itu? Kenapa mereka bahagia sekali, berapa jumlah uangnya?‘.

Lalu kujawab dengan jujur bahwa isi masing-masing amplop itu adalah 100ribu. Temanku semakin heran dan merasa tidak percaya. Karena dia tadi merasa setidaknya ada 300an amplop seperti itu, yang artinya ada 30juta dalam sekali mengantarkan.

Masih dengan mulut ternganga, temanku tergesa-gesa untuk menanyakan pertanyaan selanjutnya ‘seberapa sering kau berbagi seperti ini?‘.

Sebulan sekali aku selalu berbagi seperti ini, entah aku atau seseorang yang menggantikan aku biasanya yang membagikan.

Temanku sangat salut denganku, dan pertanyaan terakhir muncul dengan ‘kenapa’ aku sampai melakukan hal seperti ini.

Yaa kujawab saja bahwa kita tidak boleh lupa asal kita, jangan pernah sombong dan jangan juga takabbur. Karena nyatanya semakin aku berbagi semakin aku hidup bahagia.

Cerpen 5: What Doesn’t Kill You Only Make You Stronger

cerpen broken home
cerpen broken home

Mungkin judulnya bahasa inggris, tapi ceritanya Bahasa Indonesia.

Kedua orangtuaku itu selalu bertengkar di dalam rumah, mereka melemparkan apapun yang bisa mereka lempar saat bertengkar. Aku sebagai anak tunggal selalu menjadi korbannya, selalu salah dan ikut menjadi pelampiasan.

Tidak ada yang lebih baik dari keduanya. Semuanya sama saja. Banyak orang yang rusak karena broken home, tapi tidak untuk diriku. Aku harus tetap menjadi anak yang berbakti dan sayang kepada mereka.

Beberapa tahun aku bertumbuh dengan keadaan rumah tangga seperti itu, sampai akhirnya aku dewasa dan memiliki bisnis sendiri.

Banyak sekali masalah terjadi pada bisnis tersebut, membuatku harus langsung turun tangan. Tapi ternyata menyelesaikan masalah tersebut terasa sangatlah mudah.

Hingga seseorang menghampiriku, sesungguhnya masa lalumu saja yang membuat semua ini terasa sangat mudah.

Aku akhirnya tersadar, ooh benar juga, mungkin masa laluku dimana terjadi pertengkaran setiap hari dirumah, membuatku terbiasa. Dan dari terbiasa tersebut aku bisa menyelesaikan semua masalah yang ada.

Jadi apapun cobaannya, mari kita jalani saja dulu hingga menemukan solusinya.

Penutup Contoh Cerita Pendek Pengalaman Pribadi

Jadi begitulah kira-kira mengenai cerita pendek jenis contoh pengalaman pribadi ini. Sudah tahu kan apa bedanya dengan cerpen-cerpen lain?

Hal diatas memang bukan pengalaman saya pribadi, tapi menunjukkan bahwa cerita pendek seperti ini harus kita sampaikan dengan nyata. Dengan cerita kehidupan tanpa fantasi.

Bisa kita lihat bahwa tidak ada tokoh seperti hewan atau apapun kan? Karena bisa saya pastikan bahwa kebanyakan cerita hewan, apalagi yang bisa berbicara, itu sebuah cerita fantasi.

Jadi begitulah pembahasan saya tentang contoh cerita pendek pengalaman pribadi, ada yang ingin berbagi cerita? Boleh yuk langsung di kolom komentar :D.

Nanti saya usahakan jawab sebisa saya yaa, jika ingin langsung menanyakan tentang strukturnya juga boleh. Saya sangat terbuka untuk hal edukasi seperti ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *